Fergie: Saatnya Carrick Jadi Jenderal MU

Michaek Carrick (DAYLIFE)

VIVanews - Manajer Manchester United (MU), Sir Alex Ferguson, ingin gelandang Michael Carrick menjelma jadi sosok sentral di lini tengah Setan Merah layaknya Roy Keane dan Paul Scholes di masa lalu.

Carrick telah gabung dengan MU sejak 2006 lalu. Meski sering menjadi pilihan utama, nyatanya penampilan mantan pemain Tottenham Hotspur itu masih sering naik-turun di lapangan.

Menurut Fergie, musim ini adalah musim yang tepat bagi Carrick untuk tampil lebih dominan. Sebab, Carrick adalah salah satu pemain yang paling berpengalaman di Old Trafford saat ini.

Selain itu, persaingan juga tak terlalu ketat karena MU tengah kehilangan beberapa gelandang seperti Tom Cleverley dan Anderson.

"Saya pikir sudah waktunya bagi Michael untuk menjadi pemain penting di dalam tim kami. Kami selalu tahu dia punya kemampuan seperti itu di dalam dirinya," kata Fergie seperti dilansir The Sun.

"Dia karakter yang santai, tenang, dan sederhana. Tetapi, dalam periode yang berbeda selama waktunya di sini, ia juga telah menunjukkan kualitasnya. Sekarang adalah waktunya bagi dia untuk memulai periode panjang mendominasi di pusat lini tengah seperti dalam beberapa pekan terakhir."

"Dia sudah berperan pada apa yang terjadi di tim saat ini. Dia menggenggam permainan. Dia mungkin melihat kepergian Paul Scholes sebagai kesempatan baginya untuk menjadi sosok utama," imbuh Fergie.

Sejak membela MU 5 tahun lalu, Carrick telah tampil dalam 247 pertandingan di semua kompetisi. Pemain 30 tahun itu juga sudah menyumbangkan 18 gol. (irb)
• VIVAnews

Baju Termahal

inilah baju termahal di dunia yang harganya US$900.000 alias Rp8,1 miliar! Baju ini didesain oleh dua desainer, Richard Jewels of Manchester & Stuart Hughes of Liverpool.

blog-apa-aja.blogspot.com
Busana Termahal (Sumber:thefindbuzz)
blog-apa-aja.blogspot.com
Baju dengan Ratusan Berlian (Sumber:extravaganzi)
Baju ini memiliki 480 berlian yang dipotong secara khusus, dengan karat masing-masing 0,5 karat. Guna menyempurnakannya, dipilihlah bahan kain berupa wol khusus Kashmir dan sutra kelas satu. Guna membuat busana super mahal ini, dibutuhkan 600 jam kerja manusia atau 25 hari dan hanya akan dibuat tiga buah di seluruh dunia. Richard Jewel menciptakan produk ini dengan tujuan bukan hanya menarik mata, tapi juga menarik hati masyarakat.

Silvio Berlusconi Minta Zlatan Ibrahimovic Potong Rambut


Zlatan Ibrahimovic - Milan (Getty Images)

Striker Zlatan Ibrahimovic telah ditegur oleh presiden AC Milan Silvio Berlusconi. 
Tapi teguran ini bukan terkait dengan penampilannya di lapangan hijau.



Berlusconi menegur Ibra karena ia ingin striker tim nasional Swedia itu untuk
 mencukur rambutnya yang sudah terlihat memanjang.


Seperti dilansir dari surat kabar La Gazzetta dello Sport, pemilik klub ini telah memanggil Ibra ketika mengunjungi tempat latihan di Milanello. 

Persija Kisruh, Gluscevic Tunda Kedatangan

undefined PT Persija Jaya Jakarta telah memilih Dejan Gluscevic sebagai pelatih baru Persija Jakarta. Namun penandatangan kontrak sepertinya bakal terhambat karena pelatih asal Serbia itu tak kunjung datang ke Jakarta.

Selepas ditinggal Rahmad Darmawan ke tim nasional U-23, PT Persija Jaya Jakarta sudah sibuk mencari pelatih baru. Beberapa nama menjadi kandidat seperti Aji Santoso. Namun, pada akhirnya pilihan dijatuhkan kepada Glusevic.



Gluscevic bukanlah sosok asing di Liga Indonesia. Dia pernah membela Bandung Raya dan Pelita Jaya di masa lalu.

Menurut Ketua Umum Persija, Ferry Paulus, Glusevic awalnya akan diperkenalkan kepada publik pada 20 September 2011. Akan tetapi, hal itu tertunda karena adanya kisruh internal yang melanda Macan Kemayoran.

"Dejan Glusevic masih belum. Dia mungkin melihat situasi yang ada di PSSI dengan kondisi seperti sekarang ini. Dia bilang, dia menunggu dalam beberapa saat ini," kata Ferry kepadaVIVAnews di GOR Ciracas, Selasa 4 Oktober 2011.

PSSI telah menetapkan pilihan kepada PT Persija Jaya sebagai payung hukum klub ibukota itu untuk musim ini. Ini artinya,  PT Persija Jaya Jakarta yang dipimpin Ferry Paulus tak diperkenankan mengikuti kompetisi musim 2011/12.

Meski demikian, Ferry tak patah arang dan terus mempersiapkan timnya. Beberapa pemain baru telah direkrut, meski ada juga beberapa pilar Persija seperti striker Aliyudin dan gelandang Muhammad Ilham yang hijrah ke klub lain.

"Kalau mengenai pemain-pemain yang sudah pindah itu, ya memang karena tidak sepakat dengan angka-angka yang kita berikan," jelas Ferry.

"Yang pasti, pemain-pemain asing di Persija adalah pemain-pemain jempolan. Ada pemain baru, yaitu Fabiano (Bertrame). Soal striker sudah cukup. Sudah ada Pedro, Bambang Pamungkas, sama Rahmat Affandi," pungkas Ferry.

Sheila On7 -Tunjukkan padaku-

tenangkan resahku
saat mataku terasa berat
teduhkan jiwaku
saat matahari bersinar terlalu pijar

karna dirimu satu-satunya yang kuandalkan
saat ini ku tak mampu berdiri di sini sendiri

ceritakan sayang
hari-hari yang tlah terlalui
katakanlah sayang
semua hal yang kau benci dari diriku

* Cobalah cobalah tuk mengerti keadaan ini
aku rapuh saat kau tinggalkan

reff: tunjukkan padaku
kau selalu mencintaiku
jadilah penopang di sayapku

aku berjanji, aku berjanji
selalu menemani langkahmu
dalam setiap helai nafasmu

bangunkan tidurku
bila kau terjaga 'lam tidurmu
bergegaslah sayang
kita isi makna indahnya hari ini

repeat *
repeat reff

Misteri Kursi Bernomor 13 di Pesawat Batavia Air

undefined

Misteri Kursi Bernomor 13 di Pesawat Batavia Air

Tahukah Anda, konon tidak ada kursi penumpang di pesawat terbang yang bernomor 13 di dunia ini? Meski banyak yang tidak percaya, namun tahyul di jagad raya ini mempercayai angka 13, dikaitkan dengan kejadian sial atau mengerikan.

Namun di Indonesia, pesawat Batavia Air dengan nomor penerbangan YG - 561 dari Jakarta tujuan Pekanbaru, hari Minggu ((25/11/2011) petang, memberikan tiket penumpang bernomor 13A dan 13B kepada Nyonya Mardiana dan suaminya. Mulanya, Mardiana merasa heran, sebab setelah puluhan kali naik pesawat, baru kali ini dia mendapat kursi bernomor 13. Namun dia mendiamkan saja.

Keanehan mulai terjadi saat Mardiana dan suaminya naik ke pesawat. Ternyata kursi bernomor 13 memang tidak ada. Setelah kursi nomor 12, yang ada di deretan selanjutnya adalah kursi bernomor 14. Ketika disampaikan perihal nomor tiket itu kepada pramugari yang bernama Ira Maei, dia langsung terheran-heran.

"Tidak ada nomor 13 di pesawat ini, ada kesalahan, namun ibu dan bapak dapat duduk di kursi nomor 14A dan 14B ini saja dahulu," kata Ira menenangkan.

Tidak lama kemudian, muncul seorang pria tinggi besar yang menyebutkan dia memiliki tiket bernomor 14 A dan seorang penumpang lain yang belakangan diketahui bernama Rizal, pegawai Kantor Bea dan Cukai Riau yang memegang tiket bernomor 14B.

Masalah mulai muncul, dan pramugari Hindri Astutik dan Juni Cahyati mulai terlihat kasak kusuk memanggil petugas darat untuk membantu menyelesaikan persoalan. Setelah beberapa lama, seluruh penumpang telah naik ke pesawat. Ternyata, ada tersisa dua kursi yang belum diduduki penumpang. Akhirnya pramugari mengarahkan Rizal untuk duduk di kursi bernomor 2B dan pria bertubuh tinggi besar di kursi 11E yang kosong. Pesawat berkapasitas 168 orang itu penuh total. Tidak ada lagi kursi tersisa.

Namun akibat insiden kursi bernomor 13A dan 13B, jadwal pesawat yang semestinya tebang pukul 16.50, pintu pesawat baru dapat ditutup pada pukul 17.10 dan terbang pukul 17.30. Tidak ada kejadian apapun sepanjang perjalanan dari Jakarta ke Pekanbaru, cuaca cukup bagus.

Hanya saja sesaat sebelum mendarat, tubuh pesawat bergoyang, oleng ke kiri dan ke kanan, tidak stabil, sehingga membuat penumpang cukup cemas. Untungnya, Kapten Pilot Hendra Sutrisno mampu mendaratkan pesawat dengan baik. Ketika mendarat, bahkan ada penumpang yang bertepuk tangan.

Sebelum turun dari pesawat, Mardiana dan suaminya masih penasaran, mengapa mereka diberi nomor kursi 13 A dan 13B. Pramugari Juni Cahyati mengatakan, masalah itu disebabkan petugas darat Batavia, mungkin tidak mengecek bahwa pesawat Batavia yang satu ini, tidak memiliki kursi bernomor 13.

"Memangnya ada pesawat yang bernomor kursi 13?" tanya suami Ny Mardiana. Juni mengungkapkan, ada satu pesawat Batavia di Indonesia, yang memiliki nomor kursi 13. Kalau pernyataan Juni diasumsikan benar, mengapa hanya Ny Mardiana dan suaminya yang mendapat nomor kursi 13?

Bukankah kalau penumpang penuh, semestinya, ada empat penumpang lain yang memegang tiket bernomor 13C, 13D, 13E dan 13F? Belum ada jawaban misteri kursi bernomor 13A dan 13B itu, kecuali pihak Batavia mau jujur membukanya kepada publik.

Atau, jangan-jangan petugas darat Batavia Air memang tidak profesional. Contoh ketidakprofesional lainnya, sebelum masuk ke pesawat, penumpang Batavia yang berada di ruang tunggu C7 tujuan Pekanbaru harus masuk ke pesawat melewati pintu C5, sementara pada saat bersamaan, penumpang yang berada di ruang tunggu C5 tujuan Batam dipindahkan ke jalur C7.
Koridor bandara akhirnya kacau penuh sesak, penumpang dari dua arah berlawanan bersinggungan karena hendak bergegas naik ke pesawat.

Kisah Mantan Tukang Sapu Jadi Presiden


Usianya sudah 74 tahun, namun Michael Sata membawa harapan baru bagi rakyat Zambia. Tampil sebagai pemenang pemilu presiden, Sata bertekad mengangkat harkat rakyat di negeri kawasan selatan Afrika itu, yang kaya akan hasil bumi namun sebagian besar rakyatnya tetap melarat.

Kemenangan Sata juga membawa inspirasi bagi siapapun yang menaruh cita-cita setinggi langit. Sebelum sukses menjadi politisi, dan kini tampil sebagai presiden terpilih, Sata melakoni beragam profesi - mulai dari polisi, aktivis serikat, bahkan menjadi petugas kebersihan. Harian Inggris, The Telegraph, mengabarkan bahwa Sata rutin menyapu stasiun kereta Victoria di London tatkala menuntut ilmu di sana. 

Sata pun bermental baja. Kalah dari Presiden saat ini, Rupiah Banda, pada pemilu 2008 lalu, hanya dengan selisih 2 persen dari total jumlah suara, Sata tidak menyerah. Tak puas hanya menjadi pemimpin oposisi di parlemen, dia lalu maju lagi pada Pemilu 2011 dan kali ini hasilnya tidak sia-sia.

Menurut kantor berita Reuters, 23 September 2011, Mahkamah Agung mensahkan Sata sebagai pemenang pemilu pada Jumat pagi waktu setempat. Sata langsung dilantik pada hari itu juga.

Dia berhasil mengalahkan Banda. Keunggulan Sata atas Banda relatif tipis. Dari 95,3 persen kertas suara yang telah dihitung, Sata meraih dukungan 1.150.045 suara, sedangkan Banda 961.796.

Sata dikenal pendukungnya dengan julukan Raja Kobra, mengingat dia sangat kritis. Dia pun suka bicara ceplas-ceplos dan sering melontarkan lelucon. Politisi berusia 74 tahun itu terang-terangan menolak dominasi perusahaan-perusahaan tambang asing, terutama dari China, di negaranya. Dia juga tidak surut mengritik ketidakbecusan pemerintah saat ini dalam menata ekonomi dan menegakkan hukum.

Dalam suatu kampanye, Sata menyatakan dia bakal membersihkan Zambia dari sampah-sampah korupsi. Dia ingin membersihkan semua kotoran itu segiat saat dia masih menjadi tukang sapu di Stasiun Victoria, London.

"Saya tidak pernah mengeluh apa yang saya kerjakan. Saya ingin menyapu negeri saya, bahkan ingin membuatnya lebih bersih dari yang saya lakukan saat menyapu stasiun kereta Anda," kata Sata suatu ketika kepada wartawan Inggris, yang dikutip harian The Telegraph.

Di masa muda, Sata pernah menimba ilmu politik di London. Namun, untuk memenuhi kebutuhan hidup, dia bekerja sebagai petugas kebersihan untuk perusahaan British Rail. Tidak disebutkan secara jelas berapa lama Sata merantau di Inggris dan di universitas mana dia belajar.

Menurut Voice of America, Sata juga pernah berkarir jadi petugas serikat dagang dan polisi sebelum masuk ke gelanggang politik di awal dekade 1960an. Ketika masih menjadi koloni Inggris, Zambia saat itu masih bernama Northern Rhodesia.

Karir Sata di politik pun meningkat. Dia sempat menjadi Menteri Kesehatan dan Menteri Tenaga Kerja sebelum akhirnya keluar dari partai yang berkuasa dan membentuk partai sendiri bernama Fron Patriotik.

Selain bertekad menegakkan hukum yang bersih, Sata pun berjanji tidak akan minum air kemasan hingga "semua rakyat Zambia punya hak yang sama atas akses air bersih." Janji itu dimuat dalam laman Partai Fron Patriotik yang dipimpin Sata.

Pemerintahan Lemah
Kaya akan tembaga, Zambia masih berstatus negara Afrika yang melarat. Itulah sebabnya Sata terus mengritik Presiden Banda yang selama ini lemah terhadap investor asing dan korupsi sembari membiarkan banyak warga yang masih miskin.

Perusahaan-perusahaan tambang asal China merupakan investor asing utama bagi Zambia. Menurut data Kedutaan Besar China di Zambia, yang dikutip harian The Guardian, investasi mereka di negeri itu hingga akhir 2010 mencapai US$2 miliar.

Pemerintahan Presiden Banda bangga bahwa para investor menciptakan banyak lapangan kerja. Namun, Sata menyatakan bahwa perusahaan-perusahaan asing itu justru menciptakan sistem perbudakan baru, dengan mempekerjakan warga lokal dengan kondisi yang tidak layak dan mengacuhkan budaya setempat. 

Sata pun pernah mengancam bakal mengusir para investor China dari tambang-tambang di Zambia setelah muncul kasus para manajer asing memperlakukan pekerja lokal dengan semena-mena. Menurut harian The Wall Street Journal, sedikitnya ada dua kasus manajer tambang asal China menembaki para pekerja yang menggelar aksi protes.

Sata menegaskan dia tidak anti investor asing. "Mereka tetap penting bagi Zambia dan kami terus menyambut mereka. Namun mereka juga harus menghormati hukum tenaga kerja di sini," kata Sata.

Sebagai pesaing utama Sata, Presiden Banda saat berkampanye mengagung-agungkan pesatnya pertumbuhan ekonomi Zambia. Tahun lalu, pertumbuhan ekonomi sebesar 7,6 persen dan tahun sebelumnya 6,4 persen. Bagi IMF, Zambia merupakan negara yang memiliki pertumbuhan ekonomi terpesat di Afrika.

Pertumbuhan ekonomi itu didorong oleh naiknya harga tembaga di bursa internasional dan derasnya investasi asal China di sektor sumber daya alam itu. Zambia dikenal sebagai pemilik tambang tembaga terbesar di Afrika dan masuk dalam daftar 10 Besar di dunia, demikian menurut laman harian Mail and Guardian. 

Banda dan partainya, Gerakan untuk Demokrasi Multipartai (MMD), juga menonjolkan kebanggan bahwa selama 20 tahun memerintah mereka juga berhasil menciptakan lapangan kerja bagi banyak warga.
"Dari MMD, kalian menikmati pertumbuhan ekonomi yang lebih besar, lebih banyak investasi yang masuk, dan lebih banyak pekerjaan bagi kaum muda," kata Banda dalam kampanye pemilu hari terakhir pada 17 September 2011.

Angka-angka pertumbuhan ekonomi yang menjadi andalan kampanye Banda itu memang fantastis. Namun, partai pendukung Sata menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi negeri mereka selama ini tidak dinikmati sebagian besar rakyat.

Mayoritas warga di Zambia bahkan sulit membeli kebutuhan pokok dan makanan yang layak bagi keluarga mereka. Itulah sebabnya Sata berencana untuk menambah pendapatan dari pajak pertambangan sekaligus mengurangi ketergantungan akan bantuan asing.

Menurut Sata, Zambia selama diperintah Banda lebih banyak mendukung investor asing ketimbang rakyat sendiri. Presiden Banda memangkas 25 persen pajak keuntungan korporat di sektor pertambangan.

Kebijakan itu memang membuat senang para investor namun menyia-nyiakan ratusan juta dolar yang seharusnya bisa masuk ke kas negara dari pendapatan pajak korporat. Di sisi lain, rakyat di negeri yang kaya akan tembaga itu masih saja susah. Menurut data dari Mail&Guardian, sekitar 64 persen dari 12,9 juta rakyat Zambia masih hidup dengan pendapatan kurang dari US$2 (sekitar Rp18.000) per hari.

Presiden Banda pun dituding berkompromi dengan korupsi dan tidak meneruskan gerakan anti suap yang pernah dirintis pendahulunya, mendiang Presiden Levy Mwanawasa.
Buktinya, pemerintahan Banda menolak banding atas sidang pengadilan kepada mantan Presiden Frederick Chiluba, yang divonis bebas atas kasus korupsi sebesar US$500.000 selama memerintah 1991-2002.   

Bahkan Banda memecat Ketua Gugus Tugas Anti Korupsi, Max Nkole, yang berupaya mengajukan banding atas vonis Chiluba. Belakangan, gugus tugas itu akhirnya juga dibubarkan.

Kelemahan rezim lama itulah yang menjadi bulan-bulanan tim kampanye Sata. Itulah sebabnya kalangan pengamat politik di Zambia menilai Sata "berbicara apa yang ingin rakyat dengar."

Para pendukung Sata bersuka cita merayakan kemenangan pemimpin mereka di Ibukota Lusaka. Mereka bernyanyi dan bersorak gembira begitu Sata dinyatakan sebagai pemenang pemilu.  

"Pada akhirnya keinginan rakyat telah dihormati. Rakyat ingin perubahan," kata seorang pedagang asongan, Peter Musonda, kepada Reuters.
Kini, rakyat Zambia tidak hanya menunggu kata-kata tajam si Raja Kobra, namun juga berharap pemimpin baru itu segera menepati janji-janjinya begitu menjadi presiden.

"Ada banyak harapan dan bila dia tidak memenuhinya banyak warga akan kecewa," kata seorang supir taksi bernama Francis Musonda, juga kepada Reuters. "Namun dia adalah orang yang benar-benar kerja dan saya percaya kepada beliau," lanjut Musonda.